Kamis, 26 Mei 2011

Siswa Siswi Jepang Paling Sopan di Dunia


REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO - Jepang bisa membanggakan disiplin siswa-siswi negara tersebut di sekolah. Perilaku siswa Jepang di kelas itu lebih baik atau terbaik dunia. Demikian hasil penelitian internasional.
Menurut hasil penelitian tersebut, murid-murid di Jepang menempati posisi tertinggi dalam peringkat perilaku baik. Laporan dari forum kerjasama ekonomi OECD mendapati jumlah gangguan di kelas pada tahun 2009 lebih sedikit jika dibandingkan angka hasil penelitian tahun 2000.
Siswa-siswi di Inggris berperilaku lebih baik jika dibandingan perilaku rata-rata siswa di negara lain. Namun, negara dan kawasan Asia mendominasi posisi teratas di daftar peringkat perilaku terbaik.
OECD menerbitkan analisis statistik perilaku yang dihimpun sebagai bagian dari penelitian internasional forum tersebut. Penelitian itu juga membandingkan kinerja sistem pendidikan.
Penelitian OECD mencermati tingkat gangguan yang terjadi di kelas dari segi berapa lama guru harus menunggu siswa usia 15 tahun ''menjadi tenang'' dalam proses belajar. Penelitian mendapati bahwa, meski banyak pihak merisaukan perilaku buruk, kemungkinan remaja gaduh dan berulah itu menurun jika dibandingkan dengan hasil analisis internasional serupa pada 2000.
''Keyakinan umum selama ini mempercayai disiplin siswa turun dari satu angkatan ke angkatan berikutnya. Keyakinan tersebut juga mempercayai bahwa para guru kehilangan kendali atas kelas mereka. Namun, keyakinan umum itu keliru,'' kata laporan OECD. ''Antara tahun 2000 dan 2009, disiplin di sekolah ternyata tidak memburuk. Bahkan, di banyak negara disiplin siswa justru meningkat.''
Negara-negara dan kawasan di Asia menempati tujuh dari 10 tempat teratas. Tiga tempat teratas ditempati oleh negara di Eropa timur.
Dua sistem persekolahan Cina (Shangai dan Hongkong) berada di posisi empat teratas. Ini mencerminkan munculnya Cina sebagai adidaya pendidikan yang tengah bangkit.
Dalam hasil pengukuran penelitian terhadap keterampilan baca-tulis yang diterbitkan bulan Desember, sistem persekolahan Shanghai menempati posisi teratas di dunia. Dalam penelitian perilaku ini, Inggris menempati posisi ke-28 dengan skor yang menempatkan perilaku siswa Inggris di atas rata-rata. Posisi Inggris di belakang Amerika Serikat dan Jerman, tapi di atas Prancis dan Italia.
Peringkat pendidikan internasional hasil penelitian OECD ini menempatkan negara-negara Skandinavia di posisi bawah. Finlandia, yang biasanya berada di peringkat teratas urutan sekolah dunia, berada di tiga posisi terbawah. Hanya Argentina dan Yunani yang disebut mengalami gangguan lebih banyak di dalam kelas.

[ Read More.. ]

Minggu, 22 Mei 2011

Amerika Bangun Megaproyek Matahari Buatan

Proyek itu menelan dana sekitar 2,2 miliar poundsterling atau sekitar Rp31 triliun.

Lokasi gedung ini seperti bangunan kebanyakan. Tetapi sesaat melongok ke dalam, ada sebuah jawaban besar, terutama untuk energi terbarukan di masa depan.


Seperti dilansir Daily Mail, 15 November 2010,gedung yang dimaksud itu milik National Ignition Facility (NIF) di Livermore, California, Amerika Serikat. Para peneliti sedang membangun pembangkit energi atau reaktor gabungan pertama di dunia.



Proyek itu menelan dana sekitar 2,2 miliar poundsterling atau sekitar Rp31 triliun. Hasil dari megaproyek ini diperkirakan akan bisa digunakan pada 2012. Alat apa sebenarnya yang sedang dibuat? Ada yang menyebutnya bintang buatan di bumi, atau mungkin lebih tepatnya matahari mini buatan untuk bumi.



Mengapa matahari? Karena alat ini bisa melakukan reaksi fusi dan menghasilan energi seperti yang berada di perut matahari. Pancarannya cahayanya bersumber dari sinar laser yang dipasang. Ini merupakan megaproyek konstruksi sinar laser terbesar di dunia. Proyek ini di bawah naungan Departemen Energi Amerika Serikat.



Energi mirip matahari ini akan disokong oleh rangkaian sinar laser terbesar di dunia. Ledakan energinya diperkirakan bisa menyamai ledakan bom hidrogen atau setara energi di dalam perut matahari. Dasar pembuatan alat luar biasa ini untuk memenuhi kebutuhan energi di Amerika.



Untuk membuat alat supercanggih ini, ilmuwan yang terlibat membutuhkan ruangan sebesar tiga kali lapangan bola. Fasilitas itu dilengkapi dengan 192 pemancar laser. Masing-masing laser memiliki kehandalan menempuh jarak 300 meter dalam waktu seperseribu detik. Suhu yang diciptakan bisa mencapai 100 juta derajat celcius. Laser-laser ini memiliki keakuratan sasaran target yang jitu. Bahkan, sasaran sebesar karet penghapus di ujung pensil pun bisa dibidik dengan tepat.



Secara keseluruhan, 192 laser dari alat seberat 450 kilogram dan diperkuat fondasi beton itu melebihi kekuatan sebelumnya yang sudah diklaim. Kekuatan ini sekitar 60 sampai 70 kali lebih dahsyat dari pancaran 60 laser dari University of Rochester, New York. Bila proyek ini sukses, maka ketergantungan Amerika pada minyak luar negeri dapat tergantikan. Fasilitas ini juga untuk membuka tabir rahasia reaksi fusi nuklir, reaksi yang menciptakan bom hidrogen mematikan.



Dalam waktu dekat, para pencipta alat ini akan mengadakan eksperimen dengan menyalakan matahari mini itu untuk memicu reaksi termonuklir, reaksi nuklir yang dipicu dari tingkatan suhu.

Tujuan akhirnya, percobaan ini dapat membangkitkan energi lebih dari 100 juta derajat celcius dan memiliki tekanan miliaran kali lipat lebih tinggi dari yang ada di muka bumi. Bahan bakarnya, hanya sebesar jarum pentul biasa. Jika ini sukses, maka ini menjadi stasiun pembangkit energi fusi nuklir dengan sumber energi yang tidak terbatas.


Teknologi ini diprediksi bisa menjadi jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan energi di seluruh dunia. Pembangkit ini tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca, beroperasi tanpa berhenti, produksi radioaktifnya pun tidak berbahaya. Umurnya, bisa lebih panjang dari pembangkit listrik yang pernah ada. "Bila ini selesai, ini menjadi awal mula sejarah dan membuat Amerika lebih bebas menentukan sumber energi," kata Direktur NIF Ed Moss.


[ Read More.. ]

Dokter Pakai iPod untuk Bantu Operasi Bedah

iPod lebih mudah digunakan dan memberikan akurasi dan presesi sama dengan komputer.

Saat dokter Arun Mullaji, ahli bedah ortopedi dari Breach Candy Hospital, Mumbai, India melakukan operasi penggantian lutut, ia menyelipkan seperangkat iPod ke mantel bedahnya. Namun, ia tidak mendengarkan musik.


“Pembedahan dengan alat bantu komputer sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Akan tetapi sistem yang digunakan cukup merepotkan proses operasi,” kata Mullaji, seperti dikutip dariHindustanTimes, 17 April 2011. “Pembedahan dengan bantuan komputer memiliki tingkat akurasi 90 sampai 95 persen, namun cara ini meningkatkan akurasi dan persisi ke level berikutnya,” ucapnya.



iPod, kata Mullaji, lebih mudah digunakan dan memberikan tingkat akurasi dan presesi yang sama dengan komputer. Saat percobaan, Mullaji melakukan pembedahan penggantian lutut terhadap Gulab Sanghvi, 75 tahun, dengan bantuan DASH Smart Instrument System.



iPod yang dikenakan dokter terhubung secara nirkabel lewat koneksi WiFi ke sebuah kamera. DASH Smart Instrument System kemudian akan memberi tahu dokter lewat layar iPod secara tepat seputar di mana dan berapa dalam pembedahan perlu dilakukan dan di mana menempatkan tulang sendi baru.



“Paramedis bisa menentukan posisi yang sejajar antara persendian dengan kaki lewat layar iPod,” kata Mullaji. “Dari penelitian diketahui bahwa saat teknologi komputer digunakan untuk membantu operasi pembedahan persendian, pasien tidak terlalu merasakan nyeri dan kehilangan darah dalam jumlah yang lebih sedikit,” ucapnya.



Saat digunakan, layar iPod menunjukkan posisi, sudut, ukuran setiap titik serta pergerakan sensor yang dihubungkan padanya. “Navigasi menggunakan iPod membantu sistem dalam memberikan posisi persendian tulang dengan titik presisi hingga 0,1 milimeter,” ucapnya.

[ Read More.. ]

Kabar Gembira, Lubang Ozon Mengecil

Peneliti mengkalkulasi, lubang ozon di atas kutub selatan telah menyusut hingga 15 persen.

Untuk pertama kalinya, ilmuwan menemukan bukti yang meyakinkan bahwa lubang raksasa akibat polusi kimia di lapisan ozon terus menyusut. Artinya, kebijakan Protokol Montreal yang diterapkan sejak 22 tahun lalu menuai hasil.

Pada protokol yang ditandatangani tahun 1989 disepakati penggunaan chlorofluorocarbons(CFC), bahan beracun yang biasa digunakan pada penyejuk udara dan lemari es tidak boleh lagi digunakan.

Dari penelitian, pelarangan itu telah membantu planet Bumi memulihkan sebagian lapisan ozon pelindungnya.


Sebagai informasi, lubang ozon bukanlah benar-benar lubang, melainkan sebuah kawasan di atas kutub di mana lapisan ozon yang umumnya memiliki kandungan molekul O3 setebal sekitar 24 kilometer tergerus menjadi sangat tipis. Padahal, lapisan ini merupakan pelindung planet Bumi dari radiasi sinar Matahari.



Bukti-bukti bahwa lapisan ozon, khususnya di kawasan kutub selatan kembali menebal merupakan kabar gembira bagi kehidupan di dunia. Pasalnya, lapisan ozon mampu menyerap hingga 99 persen sinar ultraviolet frekuensi tinggi hingga Bumi bisa dihuni makhluk hidup.



Sebelum ini, ilmuwan pakar atmosfir menemukan bahwa jumlah CFC yang menyebabkan penipisan ozon di startosfir (salah satu lapisan di ketinggian antara 8 sampai 50 kilometer) di atas kutub utara, terus menurun.



Peneliti memperkirakan penurunan jumlah CFC berpotensi meningkatkan ketebalan lapisan ozon di kawasan itu. Namun selama ini peneliti belum bisa memastikannya. Salah satu alasannya, ketebalan lapisan ozon berfluktuasi secara dramatis dari musim ke musim. Sehingga besarnya lubang ozon sulit dilakukan.



Kini, sekelompok peneliti lingkungan yang diketuai Murry Salby, dari Macquarie University, Sydney, Australia, berhasil menemukan penyebab terjadinya fluktuasi ketebalan ozon. Dengan menghilangkan fluktuasi itu dari data yang dikumpulkan, peneliti bisa menghasilkan data perubahan sistematik pada lapisan ozon kutub selatan.



Pada laporan yang dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters, peneliti mengalkulasi, kini lubang ozon di atas kutub selatan telah menyusut hingga 15 persen dibandingkan pada saat lubang ozon mencapai titik maksimalnya di tahun 1990-an.



“Temuan ini merupakan bukti yang dihasilkan dari penelitian yang meyakinkan seputar pulihnya lapisan ozon,” kata Adrian McDonald, ilmuwan pakar atmosfir dari University of Canterbury, Christchurch, Selandia Baru, seperti dikutip dari LifeLittleMysteries, 20 Mei 2011.



McDonald menyebutkan, temuan ini merupakan contoh di mana jika signifikansi data-data statistik cukup tinggi, Anda bisa melihat pola dengan lebih jelas dan bisa meyakini data tersebut. (umi)

[ Read More.. ]

Jantung Stop 96 Menit, Pria Ini Tetap Hidup

Snitzer mengalami serangan jantung. Dia dianggap mati. Tapi akhirnya bisa selamat.

Howard Snitzer, 54 tahun, membuat sejarah dalam dunia kedokteran. Dia bisa bertahan hidup tanpa detak jantung selama 96 menit. The Wall Street Journal pada Selasa 17 Mei 2011, dan juga dikutip ozarksfirst.com, menuliskan peristiwa langka yang terjadi pada Januari lalu itu.

Kejadiannya, bermula saat Snitzer mengalami serangan jantung. Paramedis memasang alat pacu jantung, dan bantuan pernafasan pada Snitzer selama satu setengah jam lebih. Biasanya, seorang pasien yang kehilangan detak jantung selama 20 menit, pasti dinyatakan meninggal. Tapi hal itu rupanya tak berlaku bagi Snitzer.

Tim medis agaknya tak begitu yakin dengan tindakan mereka atas Snitzer. Mereka mencoba terus menyelamatkan nyawa lelaki itu. Lalu satu langkah terakhir dibuat, memberi kejutan ke-12 dengan alat pacu jantung.

Ajaib, jantung Snitzer kembali berdetak, dan kurang dari seminggu kemudian dia telah dikeluarkan dari perawatan intensif. Bahkan, dia tidak menderita kerusakan otak.

Mengapa tim medis itu memberi kejutan jantung?

Mereka rupanya berpegang pada data dari satu alat yang disebut capnograph. Secara normal, alat ini digunakan saat pemberian bius. Mesin itu juga mengukur jumlah CO2 yang dihembuskan pasien. Dari langkah itu, bisa ditentukan berapa jumlah oksigen dalam darah pasien. Saat jiwanya kritis itu, Snitzer rupanya masih punya banyak oksigen. Tim medis pun yakin, pertolongan harus terus diberikan kepadanya.

Pemulihan total itu telah dipublikasikan oleh Mayo Clinic yang dipertegas oleh Snitzer, sang penderita.

Seorang perawat dari Mayo Clinic, Mary Svoboda yang terbang dengan helikopter bersama Snitzer saat dibawa ke klinik tak menyangka keajaiban itu terjadi. Dia merasa aneh dengan apa yang terjadi pada Snitzer. "Snitzer pada dasarnya telah mati," kata Svoboda seperti dilansir cbsnews.com.

"Dia telah dipasang alat CPR. Jantungnya sudah tak berdegup, dia sudah tak bernafas, dan sudah tak menunjukkan tanda-tanda akan hidup." Apalagi, secara umum hanya 25 sampai 30 persen penderita jantung yang bisa bertahan hidup. Setengah dari mereka, jika selamat, bahkan mengalami penurunan fungsi otak.

Satu suntikan terakhir, satu kejutan elektronik terakhir, dan 20 pasang tangan entah bagaimana telah menyelamatkan Snitzer. Lalu, apa kata lelaki yang bekerja sebagai koki itu? Dia tentu saja gembira. "Saya akan menggemukkan orang-orang (yang telah menyelamatkannya-red) ini sampai mereka memohon ampun," kata Snitzer. Lelaki yang diduga telah meninggal itu, kini hidup. "Saya menangis," kata Snitzer.

Dia sangat berterimakasih pada tim medis yang menyelamatkan nyawanya itu. "Saya berdoa agar menemukan cara menghormati apa yang Anda semua lakukan untuk saya. Setidaknya saya akan menjalani hidup yang layak, dan sehat," kata Snitzer kepada tim medis.


sumber

[ Read More.. ]

15% Stroke Terjadi Saat Tidur

Pasien perlu mendapatkan perawatan beberapa jam pertama setelah serangan stroke terjadi.

Peneliti dari University of Cincinnati mengungkapkan statistik yang cukup mengkhawatirkan. Menurut data yang dikumpulkan, hampir 15 persen serangan stroke terjadi saat penderita sedang tertidur. Akibatnya, risiko mengalami kerusakan otak semakin besar karena pasien tidak bisa mendapatkan perawatan yang tepat dalam waktu cepat.

Seperti diketahui, dokter biasanya memberikan perawatan yang disebut sebagai tissue palsminogen activator, atau tPA bagi pasien penderita stroke, pada beberapa jam pertama setelah serangan. Akan tetapi, jika perawatan dilakukan lebih lambat, maka potensi terjadinya berbagai komplikasi pada pasien semakin besar.

Peneliti melakukan pengamatan terhadap lebih dari 1.850 pasien berusia 18 tahun ke atas di kawasan Cincinnati dan Northern Kentucky, Amerika Serikat. Dari pengamatan, terungkap bahwa 273 pasien mengalami stroke saat mereka tertidur.

“Meski sangat sulit untuk mengetahui secara persis kapan serangan stroke terjadi, memanggil tenaga medis untuk pertolongan darurat sangatlah penting,” kata Ausim Azizi, peneliti dari Temple University School of Medicine, seperti dikutip dari MedIndia, 14 Mei 2011.

Apapun yang terjadi, hal yang paling baik untuk dilakukan adalah pergi ke rumah sakit. “Saat ini ada teknologi pencitraan yang bisa digunakan untuk menunjukkan apakah ada jaringan otak yang tidak mati total dan bisa diselamatkan,” ucapnya. (eh)

[ Read More.. ]

Virus Ebola Kembali Muncul

Petugas kesehatan membuat sebuah unit isolasi untuk mengantisipasi adanya pasien baru.
Dari penelitian awal yang dilakukan terhadap seorang remaja puteri berusia 12 tahun yang meninggal dunia, diindikasikan bahwa penyebabnya adalah virus Ebola yang sangat mematikan.

Menurut petugas kesehatan, seperti dikutip dari Physorg, 16 Mei 2011, korban berasal dari sebuah kota yang berada dalam jarak sekitar 35 kilometer arah utara Kampala, kota terbesar dan ibukota dari Uganda.

Pada uji coba awal yang dilakukan oleh peneliti dari Uganda Virus Research Institute menunjukkan bahwa gadis yang meninggal dunia pada 6 Mei lalu di rumah sakit Bombo, distrik Luweero, Central Region itu memang diakibatkan oleh Ebola.

“Ia dibawa ke rumah sakit dan meninggal beberapa jam kemudian,” kata Miriam Nanyunja, dokter yang menjabat sebagai Disease Prevention and Control Officer untuk World Health Organization di Uganda. “Dari gejala yang terlihat, ia kemudian dites untuk Ebola dan hasil yang memastikan itu sudah keluar,” ucapnya.

Nanyunja menyebutkan, petugas kesehatan saat ini tengah mencari kasus lain di kawasan itu dan akan membuat sebuah unit isolasi di rumah sakit Bombo untuk mengantisipasi adanya pasien baru yang terserang Ebola.

Nathan Mugisha, Director General of Health Services Uganda mengonfirmasikan hasil penelitian awal terhadap Ebola tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa gugus tugas segera dibentuk dan berupaya untuk mengatasi potensi mewabahnya Ebola. “Saat ini baru hasil tes awal yang kami dapat namun pembahasan sudah dilangsungkan,” ucapnya.

Seperti diketahui, penyakit perdarahan langka yang namanya diambil dari nama sebuah sungai kecil di kawasan Republik Demokrasi Kongo itu telah membunuh 37 orang di barat Uganda pada tahun 2007 lalu dan setidaknya 170 orang di kawasan utara negeri itu pada tahun 2000.

Ebola sendiri menular ke manusia lewat penanganan yang kurang tepat terhadap hewan yang mati akibat virus itu. Saat memusnahkan sekitar 88 persen populasi simpanse pada tahun 2003, diketahui bahwa konsumsi daging simpanse oleh manusia cukup signifikan.

[ Read More.. ]

Bakteri Pembunuh Parasit Malaria Ditemukan

Bakteri itu justru ditemukan dalam tubuh nyamuk Anopheles, sang penyebar wabah malaria.

Peneliti dari the John Hopkins Bloomberg School of Public Health menemukan bakteri pembunuh parasit penyebab malaria pada manusia. Para penelili menemukan bakteri itu justru dalam tubuh nyamuk Anopheles, sang penyebar malaria.

Bakteri pembunuh parasit malaria itu adalah jenis enterobacter. Bakteri ini secara alami berada dalam usus nyamuk. Enterobacter ini membunuh parasit dengan memproduksi jenis oksigen reaksi.

"Kami telah menunjukkan bahwa bakteri dalam usus nyamuk dapat mengaktifkan sistem kekebalan dalam tubuh nyamuk dan dengan demikian secara tidak langsung membatasi perkembangan parasit malaria," kata penulis senior peneliti, George Dimopoulos seperti dilansir laman medindia.net.

"Dalam penelitian ini kami menunjukkan bahwa bakteri tertentu secara langsung dapat menghambat perkembangan parasit malaria melalui produksi radikal bebas yang merusak plasmodium dalam usus nyamuk."

"Kami sangat tertarik dengan penemuan ini, sebab ini mungkin bisa menjelaskan mengapa nyamuk jenis yang sama dan keturunannya kadang-kadang berbeda daya tahannya terhadap parasit, dan kami mungkin juga menggunakan ini untuk mengembangkan metode untuk menghentikan penyebaran malaria," kata Dimopoulos.

Untuk penelitian, peneliti mengisolasi bakteri enterobacter dari usus nyamuk Anopheles yang dikumpulkan di dekat the John Hopskin Malaria Researcher Institute di Macha, yang terletak di dekat Zambia. Sekitar 25 persen nyamuk yang dikumpulkan mengandung bakteri yang khusus.

Studi laboratorium menunjukkan bakteri membatasi pertumbuhan Plasmodium lebih dari 99 persen, baik dalam usus nyamuk maupun dalam tabung percobaan yang biasa digunakan untuk menguji parasit malaria pada manusia. (eh)

[ Read More.. ]

Bakteri dalam Usus Pengaruhi Perilaku Anda

Bakteri yang hidup dalam usus mempengaruhi zat kimia dalam otak dan perilaku.
Ribuan bakteri hidup dalam usus manusia. Selain memberikan manfaat, keberadaan bakteri-bakteri itu, terkadang juga merugikan manusia.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap, bakteri dalam usus dapat mempengaruhi perilaku manusia.

Menurut penelitian yang dilakukan para peneliti dari Universitas McMaster, bakteri dalam usus bisa mempengaruhi zat kimia dalam otak dan mempengaruhi perilaku manusia. Temuan ini sangat penting, karena jenis penyakit perut, termasuk iritasi usus besar, sering dikaitkan dengan kegelisahan atau depresi.

Di samping itu, ada juga spekulasi yang mengatakan masalah psykologi, seperti gejala autisme, dikaitkan dengan bakteri yang terkandung dalam usus.

"Hasil yang menakjubkan memberikan dorongan untuk melakukan penelitihan lebih jauh terhadap komponen mikroba penyebab penyakit perilaku," kata profesor pengobatan dan peneliti dari Michael G. DeGroote School of Medicine, Stephen Collin seperti dilansir medindia.net, Jumat 20 Mei 2011.

Collin dan asistennya, Premysl Bercik melakukan penelitian di Institut Penelitian Kesehatan Pencernaan Keluarga Farncombe (Inggris).

Dalam penelitian itu, ditemukan bahwa dalam usus masing-masing orang terdapat sekitar 1.000 bakteri trillium yang hidup dengan nyaman, dan selaras dengan kehidupan manusia. Bakteri ini melakukan sejumlah fungsi penting terhadap kesehatan, yaitu menyerap energi dari makanan, melindungi terjadinya infeksi, dan menyediakan nutrisi untuk sel dalam usus.

Namun, jika 'kehidupan nyaman' bakteri-bakteri itu mengalami gangguan, akan berdampak pula pada kondisi manusia. Setiap gangguan dapat mengancam kondisi jiwa, seperti infeksi usus besar akibat antibiotik.

Untuk membuktikan bakteri dapat mempengaruhi perilaku, peneliti mengambil seekor tikus yang bebas bakteri, kemudian memberinya bakteri dari tikus yang memiliki perilaku agresif.

Hasilnya, setelah diberi bakteri tikus yang berperilaku agresif, tikus yang bebas bakteri dan semula diam itu berubah menjadi agresif dan lebih berani.

Penelitian yang sama juga menunjukkan tikus yang semula agresif menjadi pasif ketika diberi bakteri dari tikus yang berperilaku pasif.

Sementara itu, penelitian sebelumnya fokus pada peranan bakteri pada perkembangan awal otak. Collin mengatakan penelitian terakhir ini mengindikasikan meskipun banyak faktor yang menentukan perilaku, sifat dan stabilitas bakteri dalam usus dapat mempengaruhi tingkah laku dan setiap gangguan. Baik gangguan yang disebabkan oleh anti biotik atau infeksi, mungkin akan menyebabkan perubahan perilaku. (eh)

[ Read More.. ]

Di Rondonia Brazil, Waktu 'Tak Berjalan'

Suku Amondawa tak mengenal konsep waktu. Tak satupun anggota suku memiliki umur.

Kebanyakan manusia modern percaya dengan ungkapan 'waktu adalah uang'. Namun ungkapan itu tak akan pernah berlaku saat Anda pergi ke Rondonia, perbatasan antara Brazil dan Bolivia.

Sebab, percaya atau tidak, suku asli di sana, Amondawa, tak pernah mengenal konsep waktu. Mereka tak memiliki standar ukuran waktu untuk dihitung atau dibicarakan.

"Bagi suku Amondawa, waktu sama sekali tidak eksis," kata Profesor Chris Sinha, peneliti dari University of Portsmouth, kepada situs DailyMail.

Setelah meneliti suku itu selama delapan minggu, Sinha berkesimpulan bahwa suku Amondawa adalah suku yang memiliki 'kebebasan' terhadap waktu.

Mereka tak pernah mendiskusikan pekan depan, bulan depan, atau bahkan tahun depan. Sebab, bahasa mereka sama sekali tak punya kosa kata 'pekan', 'bulan', atau 'tahun'.

Bahkan tak satupun anggota suku itu yang memiliki umur. Dalam kehidupan sehari-hari, suku Amondawa cuma mengenal pembagian antara siang dan malam, atau musim hujan dan kering.


Untuk mengenal senioritas dan posisi di suku ini, semua anggota suku ini akan berganti nama bila ada anggota keluarga baru yang lahir. Nama mereka akan berubah, karena terdahulu musti diberikan kepada anggota keluarga yang lebih muda.

Suku Amondawa awalnya adalah suku yang terisolir, dan mulai mengenal dunia luar sejak 1986. Mereka tetap melanjutkan tradisi mereka termasuk berburu, menjadi nelayan, dan berkebun.


sumber

[ Read More.. ]

Gempa Jepang Geser Dasar Laut Hingga 24 Meter

Data ini diperoleh dari stasiun pemantau yang ditanam tepat di atas episentrum gempa.

Bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang Maret lalu ternyata telah membuat perubahan yang signifikan terhadap kondisi bumi, lebih dari yang diperkirakan oleh peneliti sebelumnya.

Seperti dikutip dari situs DailyMail, gempa hebat itu ternyata telah menggeser dasar laut secara memanjang, hingga 79 feet atau 24 meter. Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnalScience.

Pada paper tersebut, pengawas pantai Jepang merilis data dari lima instrumen geodesi yang antara 200-2004 mereka tempatkan di sepanjang garis patahan di dasar laut, yang menjadi penyebab terjadinya gempa hebat itu.

Salah satu instrumen tadi, bahkan berada tepat di atas episentrum gempa yang berskala 9 Skala Richter itu. Instrumen itu diberi nama stasiun MYGI.

Ternyata, pengukuran yang dilakukan menyatakan bahwa telah terjadi pergesaran stasiun pemantau itu, hingga sepanjang 24 meter ke arah Timur-Tenggara dari lokasi sebelumnya, yang diukur pada Februari 2011.

Tak hanya itu, stasiun itu juga telah bergerak ke atas hingga sekitar 3 meter. Dr Mariko Sato, pakar geodesi dari pengawas pantai Jepang yang berbasis di Tokyo, yakin bahwa seluruh pergerakan itu terjadi selama gempa Jepang berlangsung.

"Skala pergeseran ini nyaris dua kali lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya, bila menggunakan data terestrial," kata Sato kepada situs BBC.

Dengan adanya temuan ini para peneliti mewanti-wanti kemungkinan terkumpulnya tekanan seismik yang sangat besar yang tersimpan di sekitar wilayah gempa, sehingga memicu resiko adanya gempa yang lebih mematikan lagi. Gempa dan tsunami itu sendiri telah memakan 24 ribu korban jiwa dan hilang. (umi)


sumber

[ Read More.. ]

RI Terpilih Lagi Jadi Anggota Dewan HAM PBB

"Ini menegaskan pengakuan masyarakat internasional atas kemajuan HAM di tanah air."
Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan HAM PBB untuk periode 2011-2014, pada Sidang Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, 20 Mei 2011, pukul 12.00 waktu setempat. Ini merupakan keanggotaan Indonesia untuk ketiga kalinya di badan tersebut, sejak Dewan HAM PBB terbentuk pada tahun 2006.

Pencapaian Indonesia tersebut semakin bermakna, karena kali ini Indonesia berhasil terpilih menjadi anggota Dewan HAM PBB dengan suara terbesar. Dari 191 negara yang memiliki hak suara untuk menentukan keanggotaan Dewan HAM PBB, 184 di antaranya menyetujui keikutsertaan Indonesia.

“Terpilihnya Indonesia untuk ketiga kalinya dengan suara terbesar, kembali menegaskan pengakuan masyarakat internasional atas semakin kokohnya proses demokrasi dan kemajuan HAM di tanah air,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam rilis resmi Kementerian Luar Negeri RI.

Di samping itu, ujar Natalegawa, hal tersebut juga mencerminkan apresiasi masyarakat internasional terhadap peran dan kepemimpinan Indonesia dalam memajukan agenda-agenda Hak Asasi Manusia, baik di kawasan maupun di forum internasional.

“Terpilihnya Indonesia menunjukkan konsistensi Indonesia yang selama lebih dari satu dekade terakhir senantiasa menetapkan Hak Asasi Manusia menjadi bagian dari agenda dan prioritas politik luar negeri Indonesia,” imbuh Natalegawa.

Dengan terpilihnya Indonesia di Dewan HAM PBB ini, ujarnya, maka kini Indonesia memiliki peluang besar untuk semakin berperan dalam mengedepankan masalah Hak Asasi Manusia, sebagai bagian penting dari kerjasama internasional antaranegara-negara di dunia. (umi)

[ Read More.. ]

Laba-laba Pemburu Raksasa Purba

Laba-laba pemburu ini memiliki perilaku yang tidak agresif, dan tidak beracun.

Untuk pertama kalinya sejak puluhan juta tahun lalu, seekor laba-laba pemburu raksasa menampakkan dirinya.

Penampakan itu bukanlah penampakan fisik, melainkan hasil pemodelan yang dilakukan oleh para peneliti berdasarkan fosil berusia 49 juta tahun, yang terkubur di dalam batu ambar berwarna kegelapan, sehingga sulit untuk dilihat dengan mata telanjang.

Menggunakan metode X-ray computed tomography, para peneliti asal Jerman dan Inggris berhasil merekonstruksi gambar 3 dimensi dari laba-laba purba ini.

"Riset ini sangat menarik dan sukses, sehingga bisa diterapkan pada spesimen ilmiah penting lainnya, yang terjebak pada batu ambar gelap," ujar David Penney, peneliti dari University of Manchaster, seperti dikutip oleh LiveScience.

Pada masanya, hewan yang merupakan anggota genus Eusparassus itu hidup di iklim tropis, di sebelah selatan Eropa saat ini. Dari kaki ke kaki, tubuh mereka dapat tumbuh hingga sepanjang sekitar 30 m.

Hasil pencitraan itu menunjukkan struktur wajah laba-laba, mulai dari mata, taring, hinggapedipalp atau organ tubuh perasa laba-laba yang berada di dekat mulut.

Menurut penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Naturwissenscchaften itu, laba-laba pemburu ini memiliki perilaku yang tidak agresif, dan tidak beracun terhadap manusia.

Namun, mereka tetap bisa menyebabkan gigitan yang menyakitkan.


sumber

[ Read More.. ]
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

fb comments